March 21, 2025
Krisna Gupta (Imed), peneliti, dosen, columnist.
Materi hari ini sebagian besar berasal dari kuliah saya di Metodologi Penelitian, krisna.or.id/courses/metopel
Saya banyak menulis blog di krisna.or.id/post
Beberapa tulisan resmi saya bisa dilihat di imedkrisna.github.io/research
Memulai konsep tulisan
mencari bacaan (literature review)
Q & A
Penulis/peneliti pemula seringkali bingung bagaimana memulai tinjauan literatur
Sebenarnya, tinjauan literatur (dan referencing) adalah skill yang kita perlukan untuk semua jenis pekerjaan!
Literature review is actually an investigation!
\[\max_{B,T,S} \{f(B,T,S): B+T+S \leq 24\}\]
\(B>T>S\)
Baca \(\Rightarrow\) Tulis \(\Rightarrow\) Speak
JANGAN KEBALIK!
Gunakan kerangka tulisan.
Riset lebih jauh! (literature review).
Cari pembaca lain selain anda sendiri sebelum disubmit untuk mendapat feedback.
Semua tulisan, baik yang pendek maupun yang panjang, punya kerangka yang kurang lebih sama:
umumnya, Body mengambil porsi lebih kurang 70%-80% total tulisan, intro dan conclusion masing-masing 10-15%.
Apapun tulisan anda, mulai dari caption ig sampai skripsi mahasiswa, selalu punya hal-hal berikut:
Motivasi dan konteks (sebagai hook)
Isu yang ingin dibahas (menjawab pertanyaan, atau menjelaskan fenomena)
Argumen dan support terhadap argumen.
Kesimpulan.
Pendahuluan adalah tempat meletakkan motivasi dan konteks.
Jika anda menulis artikel yang cukup panjang, kita bisa juga menuliskan cuplikan kesimpulan di depan (deduktif).
Anda juga harus jelaskan dengan klir, isu apa yang diadress oleh tulisan anda.
Untuk menulis motivasi dan konteks, biasanya kita perlu memahami siapa yang secara umum membaca tulisan kita.
Motivasi itu penting. Misalnya jika anda memeriksa hubungan antara nilai tukar dan harga CPO, jelaskan di sini kenapa ini penting.
dapat menggunakan metode identifikasi masalah (fishbone diagram, 5W1H).
Jika perlu, jelaskan juga tentang konteks tentang penelitian ini. Kenapa penting di Indo tapi ga penting2 amat di negara lain, misalnya.
Kata kunci-nya adalah relevan!
meneliti tentang Kazakhstan bagi audience Indonesia mungkin kurang rame.
Jika pembaca anda non-expert, gunakan bahasa sederhana dan hindari jargon.
Jika terpaksa pakai jargon, jelaskan.
Di pendahuluan, anda juga harus menyertakan kalimat kunci mengenai apa isu yang ingin anda bahas.
Misalnya ingin menjawab pertanyaan, gunakan kata seperti “di tulisan ini, kami hendak membahas apakah hilirisasi berdampak pada pertumbuhan ekonomi.”
Bisa juga sekalian bilang “tulisan ini hendak memberikan argumen bahwa hilirisasi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi”.
Jika tulisan anda hendak menjelaskan sebuah fenomena, bisa juga mengatakan “Di tulisan ini, kami akan menjabarkan apa yang dimaksud dengan hilirisasi”.
Segera setelah anda melewati pendahuluan, barulah kita menuliskan isi.
Tentu saja isi harus menjawab apa yang sudah kita tease di pendahuluan.
Sebelum menjawabnya, anda wajib melakukan riset terlebih dahulu. Umumnya, kita melakukan apa yang disebut “tinjauan pustaka” / “literatur review”.
Sound & convincing arguments.
Akurasi. Apakah apa yang anda tampilkan akurat atau tidak. Apakah support terhadap argumen anda dapat ditelusuri / dicek.
Konsistensi. Apakah argumen anda konsisten dengan kesimpulan anda. Konsistensi menunjukkan penguasaan terhadap materi
Practicality, atau setidaknya ada disclaimer.
Problem | Komentar |
---|---|
Kurang terorganisir | fokus ke isu, bukan paper. Gunakan mindmap dapat membantu |
Kurang relevan | Seminal paper biasanya jadul. Penting, tapi fokus ke yang lebih baru |
Kurang kritis | Ingat, anda bukan hanya merangkum, tapi juga mencari gap |
Takut salah | Pelajar adalah tempatnya salah. Yang penting kita belajar dari situ |
Penulis | Ide | Alasan | Metode | Link |
---|---|---|---|---|
Amiti & Konings | Impor baik untuk manufaktur | Mempermudah akses bahan baku | Regresi semi-parametrik | - |
Cadot | menjelaskan tariff | dialektika | dialektika | - |
Fugazza | impor bagus untuk manufaktur khusus perusahaan kecil | Heterogenous regression | - |
report lembaga penting seperti IMF, World Bank dan Kementerian/Lembaga.
textbook dan referensinya.
Google (scholar) sangat berguna karena repositori-nya sangat luas. Namun harus agak berhati-hati. Pastikan yang anda sitasi adalah yang peer-reviewed.
Mulai dari wikipedia jika anda bener-bener newb juga boleh. Jangan lupa lihat sitasi yang ada di Wikipedia, jangan Wikipedianya langsung ya.
Jika ragu, tanya pembimbing anda.
Rule of thumb saya: minimal 10 referensi utama di 5 tahun terakhir, tentang metode.
Dari 10 itu, ambil referensi mereka yang paling relevan (cek abstrak).
Gunakan referensi lain untuk setting konteks.
gunakan AND atau & untuk irisan, dan OR untuk union
gunakan tanda petik untuk mencari satu rangkaian kata
gunakan author:“nama-author” untuk mencari karya peneliti tersebut
gunakan ..
untuk memberi interval di pencarian kita
pakai tanda bintang untuk mencari lanjutan. Misalnya, indust*
akan mencarikan industri
, industry
, industrial
dan industrialisasi
.
gunakan tanda tanya untuk mencari produk yang ejaannya berbeda. Misalnya, labo?r
akan menemukan sesuatu yang ada kata labor
dan labour
Trik asterisk juga bisa digunakan untuk ejaan berbeda, misalnya globali*
akan menemukan globalization
dan globalisation
Selengkapnya bisa google wildcard search
Kesimpulan adalah bagian paling bawah. Biasanya saya spare wordcount lebih sedikit di sini.
Kita mengingatkan pembaca lagi apa saja yang sudah kita tulis, secara ringkas.
Kesimpulan harus ditulis berdasarkan apa yang kita tulis dari intro sampai isi.
Kadang-kadang ada saran juga.
tidak boleh ada informasi baru di kesimpulan.
Mencari pembaca lain untuk memberi feedback adalah keharusan.
Karena kita sendiri akan susah melihat kekurangan tulisan kita sendiri secara obyektif.
Orang lain ini bisa siapa saja!
Ingat, semua tulisan, sependek dan sepanjang apapun, mengandung motivasi, konteks, argumen, dan kesimpulan.
Cobalah membaca sebanyak mungkin, dan bedahlah bacaan-bacaan tersebut dalam 4 bagian tadi.
Semakin banyak baca, semakin kaya pengetahuan dan vocabulary anda.
Jangan pernah lelah membaca!