Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.
Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.
Tanggal 23 Maret 2026, Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat (AS) resmi melarang router buatan luar negeri masuk ke pasar AS. Larangan ini memang menargetkan produsen Tiongkok, tapi efeknya kena ke semua produsen asing, termasuk Indonesia. Padahal di 2025, Indonesia mengekspor router senilai USD 43,6 juta ke AS. Tulisan ini membahas apa yang terjadi, kenapa ekspor router Indonesia ke AS naik-turun sejak 2021, dan apa dampak larangan FCC ke depannya.
Apr 1, 2026
Melengkapi Survey of Recent Developments di BIES dengan visualisasi tambahan soal belanja, belanja primer, dan penerimaan pemerintah Indonesia.
Mar 24, 2026
Saya belum lama ini menyelesaikan buku Michael Pettis yang berjudul “The Great Rebalancing: Trade, Conflict, and the Perilous Road Ahead for the World Economy”. Buku ini membahas tentang ketidakseimbangan ekonomi global yang disebabkan oleh perbedaan tingkat tabungan dan konsumsi antara negara-negara maju dan berkembang. Pettis berargumen bahwa ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan krisis ekonomi global jika tidak ditangani dengan baik.
Nov 16, 2025
I am a gamer but I stick to the more casual/ez to play these days.
Saya dan beberapa teman di Indonesia suka bikin cover video musik. Semua dikerjain on-line lho!
Saya suka bernyanyi di aplikasi karaoke namanya Smule. Di smule saya seringnya nyanyi lagu-lagu band Jepang L`arcenCiel